Niat Menyelidiki Frans

2087 Kata

“Kita makan malam dulu, gimana, Ra?” tawar Reza ketika jam pulang sore itu. Ia segera mengajak Liora melangkah ke arah lift hendak turun ke parkiran dan berniat menawarinya makan malam. “Jangan terlalu sering, Dok! Aku nggak mau terlalu banyak berhutang budi sama kamu.” “Lho, kok hutang budi?” Reza mengernyit heran. “Gini, ya, Dok! Dulu aku punya seorang kekasih. Kami sudah membina hubungan cukup lama ....” “Tunggu! Kamu nggak pernah bahas soal ini sebelumnya?” jeda Reza merasa sesak, bahkan saat Liora belum memulai ceritanya. “Kita ‘kan baru kenal beberapa hari, Dok?” cibir Liora sebal karena disela ucapannya tadi. Reza menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal sambil cengengesan. “Iya, juga, sih! Tapi, kok, aku nyesek, ya, dengernya?” Liora mengerucutkan bibirnya. “Bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN