26

3960 Kata

Wallius Ethan berpijak sempurna pada gerbang tinggi bertuliskan SMA Moorim dalam hurup kapital yang mencolok. Ethan yakin, jika di malam hari tulisan ini akan berkedap-kedip seperti lampu disko. Menilai bangunan sekolah yang terlihat elegan dan mewah, Ethan sendiri tidak mampu membayangkan betapa mahalnya jika dia bersekolah di sini tanpa bantuan beasiswa seratus persen. Dia akan menjadi onggokan sampah di sini diantara semua berlian yang terkumpul di dalam SMA bergengsi seantero Tokyo ini. Well, persetan dengan semuanya. Ethan bersyukur dia bisa menang melawan ratusan anak seusianya yang berlomba-lomba mendapatkan beasiswa langka ini. Karena SMA Moorim memberikan beasiswa tidak tanggung-tanggung pada mereka yang memiliki ekonomi kebawah.  "Hei, nak. Kenapa kau malah melamun di sana? Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN