24

3341 Kata

Rosie menarik langkahnya saat dia mendapati tamu pertama yang datang ke kafenya adalah Renhart Challista. Dengan nampan cokelat di dekapan, Rosie menggigit bibir. Menatap pada bangunan pencakar langit apartemen termahal yang ada di Jepang, Rosie tahu kalau Challista menjadi salah satu pemilik kamar di sana. Dan ini bukan salahnya karena bekerja di sini, selain upah yang besar, bonus harian juga cukup untuk memenuhi ekonominya yang sulit. Rosie berjalan. Menarik napas panjang saat dia menguatkan diri, menyapa Challista layaknya menyapa pelanggan lain dengan senyuman di wajah. "Selamat pagi. Silakan, dilihat dulu menunya." "Duduklah." Challista bicara tanpa melihatnya. Rosie menelan ludah, memandang Challista tanpa kata saat tubuhnya mendadak membeku dan mendapati rahang gadis itu mengera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN