Ethan mematung. Memandang meja makan yang belum tersentuh sejak dia kembali, dan berpikir untuk memasak makan malam. Setelah dia menunggu Challista yang tak kunjung tiba, dan setelah merasakan hatinya berdesir tak nyaman. Karena Challista dengan sengaja mengabaikannya. Dengan sengaja berpura-pura tidak melihatnya ada. Dengan sengaja mengacuhkannya. Yang membuat Ethan kesal, teramat kesal. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Helaan napas Ethan berubah berat. Terlebih, saat dia membeku diam. Duduk di kursi makan yang sepi. Hanya ada lampu yang berasal dari kamar mandi dan taman belakang menemani dapur yang temaram. Hujan deras mengguyur LA malam ini. Beruntung, tidak sampai badai. Angin hanya berhembus kencang kurang lebih sekitar dua sampai tiga menit. Tidak gemuruh. Hanya kilat sa

