Hansa menatap bosnya dengan pandangan heran. Dia tidak mengerti kenapa pria itu hanya berdiri mematung dan tidak sekalipun menyahuti dirinya yang sudah beberapa kali memanggil namanya. Padahal, jarak yang tercipta di antara Hansa dan Dhafin tidak sampai lebih dari satu meter, tapi bahkan pria itu hanya terus terdiam tanpa berniat untuk menolehkan pandangannya walau hanya sedetik. "Ehem!" Saking gemasnya Hansa pada bosnya yang tak berkutik sama sekali, maka ia pun meloloskan dehamannya agak kencang. Membuat Dhafin sontak terlonjak kaget di kala ia sudah kembali tersadar seusai beberapa saat yang lalu ia malah terhanyut dalam lamunannya. Mendapati Hansa yang kini tengah menatapnya heran, Dhafin pun seketika mengusap wajahnya sendiri seiring dengan dirinya yang merasa sudah sangat bod*h kar

