Hansa tidak menyangka bahwa ternyata Jihan datang menjemputnya dengan disopiri oleh putranya sendiri. Ya, betapa terkejutnya Hansa ketika ia tahu bahwa Dhafin telah ikut serta pada acara paginya ini. Padahal semula Hansa pikir, mungkin yang menyetir mobil hanyalah sopir pribadi Jihan yang kala itu pernah mengantarnya pulang ke kosan bersama Jihan yang mengomandonya. Akan tetapi pagi ini, dibanding mendapati sopir berusia paruh baya itu, Hansa justru malah jadi gugup sendiri gara-gara bosnya yang menjadi sopir sedangkan ia bersama Jihan sama-sama duduk santai di jok belakang layaknya nyonya besar dan juga nyonya muda. "Oh ya, Hansa. Kamu suka makanan apa? Rencananya, Tante mau beli bahan-bahan baku untuk diolah menjadi masakan rumahan. Omong-omong, kamu bisa masak kan?" lontar Jihan menga

