Hansa kesal bukan kepalang. Pasalnya, untuk kali kedua, Shadana sudah menitipkan dirinya pada bosnya bahkan tanpa adanya persetujuan dari Hansa sendiri. Pertama, saat dulu Hansa tak sengaja tertidur di mobil Shadana sehabis makan pecel lele dan kekenyangan yang mengakibatkan dirinya tidur nyenyak dan tak ingat apa-apa lagi saking lelapnya ia dalam tidur. Dan kedua, sekarang. Hansa benar-benar merasa gemas pada sahabatnya itu. Rasanya, ia ingin sekali mencekik leher Shadana saja jika tidak ada hukum yang berlaku. "Kamu mau tambah?" tanya sebuah suara yang seketika membuat Hansa tersadar dari lamunannya. Untuk sesaat, wanita itu sontak mengalihkan perhatiannya ke arah sosok bosnya yang kala ini sedang duduk di sebelahnya. Menatapnya lekat dan menantikan secuil jawaban dari dirinya. "Ah?

