15

1642 Kata

Berjalan di antara mahluk-mahluk mistis, Sin merasa berada di sebuah dimensi yang berbeda; asing namun anehnya dia merasa cocok dengan hal semacam ini. Tidak ada kerabat yang berbisik manis di telinga sang pangeran; berkomentar perihal dusta dan kebohongan, tiada pula sorot menuduh yang terarah pada Sin. Pemuda itu benar-benar merasa bebas. Inilah hal yang Sin nantikan: waktu milik sang pangeran. Clay mengantar pangeran dan Tusk ke sebuah pondok mungil. Di dalam pondok berisi pernak-pernik yang terbuat dari kaca dan cermin; gelas, patung, perhiasan, dan benda sihir lainnya. Samar-samar Sin mencium wangi persik yang menguar di udara. Menatap ke sebuah titik. Di sanalah, duduk sembari memandang mangkuk yang dipenuhi batu, gadis cilik itu memandang Sin. “Selamat datang,” katanya. Sin duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN