22

1787 Kata

Hening. Dalam ruangan yang ditempati oleh dua elixer, udara yang mengelilingi setiap celah ruang pun terasa tipis. Kylian sebenarnya sudah terbiasa dengan aroma muram yang ada dalam istana; wajah tertekuk menahan emosi, pandangan menilai yang diarahkan oleh satu elixer kepada elixer lainnya, dan tantrum yang dikeluarkan Ibu Suri kepada semua elixer. Wajar. Hal semacam itu ... tidaklah mengejutkan. Namun bebincang bersama Baginda Lion ... itu satu hal yang berbeda. Elixer yang paling disegani di antara kaumnya ini tiba-tiba ingin berbincang bersama Kylian, pengeran itu tak kuasa menahan keinginan untuk bertanya, “Ayahanda, adakah hal yang menyulitkanmu?” Baginda Lion. Pria itu duduk di seberang Kylian. Kedua mata birunya menatap nyala lilin yang kian meredup. “Adikmu.” “Ya?” “Apakah di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN