“Arsen, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" Alexia menghampiri Arsen dan duduk di selah pria itu, sembari menatap sendu. Dia merasa jika Arsen sedikit berubah. “Aku mencintaimu Alexia." Jawabnya, biasanya Arsen akan memberikan kecupan singkat di keningnya, tetapi pagi ini menatapnya saja tidak. “Kalau begitu kenapa kamu tidak menatapku dan melamun terus, apakah kamu sedang memikirkan wanita pengkhianat itu?" Arsen mengusap wajahnya kasar, pikirannya tengah kalut masalah perusahaan, kenapa Alexia tidak bisa mengerti dan malah menuduhnya. Ah.. Tidak, tebakkan Alexia memang benar, dia sedikit memikirkan Khalisa. Entah bagaimana keadaan perempuan itu, dia sama sekali belum pernah melihatnya, lalu bagaimana keadaan kandungnya? ada banyak pertanyaan yang melintas dalam pikirannya.

