Episode 88

1846 Kata

Gumelar langsung menghampirinya dengan hati deg-degan. Apa KB Kalendernya gagal? Dia membantu memijat tengkuk istrinya. "Mi, kenapa Ami merasa mual?" tanya Gumelar. Amirah menyalakan kran air, lalu mencuci wajahnya. Belum bisa menjawab pertanyaan Gumelar karena rasa mual itu kembali menyerangnya. Ia muntah lagi, meski tidak ada yang bisa dikeluarkan selain liurnya. Perutnya masih kosong. Gumelar terus memijat tengkuknya, merasa kasian juga melihat istrinya terus-terusan muntah. Semua orang yang ada, jadi terpusat perhatiannya pada Amirah. "Sepertinya doa Bapak terkabul." Pak Pandu mengucapkannya. Semua jadi memandangnya. "Siap-siap saja, Gum. Menghadapi istrimu yang lagi ngidam." Amirah membelalakkan matanya, mengingat kalau ia belum mendapatkan haidnya untuk bulan ini. "Aa, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN