Episode 7

1511 Kata

Begitu datang ke rumah, Amirah langsung masuk ke kamar. Kepalanya nyungsep di bantal, meneruskan tangisnya. Mengapa omongan Gumelar diterimanya sangat sakit sekali? Padahal, lelaki itu tidak pernah membalas sikap yang terkadang sangat keterlaluan ditujukan padanya. Sekarang hanya diperlakukan begitu saja, bukan menyadari malah dibuat sakit hati. Amirah terus menangis, sampai tertidur. Terbangun lagi saat bi Anah masuk ke kamarnya sambil geleng-geleng kepala. "Neng Ami, ini udah mau Magrib! Bangun, Neng!" Bi Anah menepuk-nepuk bahu Amirah yang tertidur miring. Namun, gadis itu hanya menggumam dengan tidak jelas. "Eh, Neng Ami! Bapak udah pulang tuh, nanyain Neng Ami." Amirah membuka matanya yang terasa sepet, lalu bangun dan duduk. "Astaga! Mata Neng Ami, kenapa?" tanya bi Anah. Am

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN