Saat Hilman menyalami Julaeha, gadis itu tersenyum tipis. "Terima kasih Abang, sudah mau datang." "Tentu saja, Abang akan datang." tatapnya, tersenyum juga. Kemudian Hilman duduk di kursi yang sudah banyak disediakan dengan mejanya. Menghadapi kedua pasangan yang sudah tampak mesra, tidak lagi seperti kucing dan anjing. "Makan, Hil. Sekalian sama Ami dan Gugum." tawar Juhari. Hilman tertawa. "Aku baru datang, sudah ditawari makan." "Kebetulan aja, Ami dan Gugum juga mau makan. Mereka baru datang." terang Juhari. "Aku mau ngopi dulu, boleh? Sudah kangen minum kopi buatan Eha." senyumnya, melirik Julaeha. "Bikinin, Ha. Biar Hilman rileks dulu." Juhari memintanya. Tanpa banyak kata, Julaeha pergi ke dapur untuk menyeduh kopi. "Maaf, ya, Ha. Jadi merepotkan." senyum Hilman. Julae

