Penghujung Cinta

594 Kata

Icha sesenggukan sambil terduduk di balik pintu. Tubuhnya merosot sedari tadi. Gadis itu bahkan mengeluarkan air mata yang banyak sekali setelah satu hari ini ia tahan-tahan. Nyatanya, ia tak benar-benar bisa pergi meninggalkan lelaki ini. Fadlan nyaris lepas jantungnya saat mendengar suara pintu nyaris terbuka. Ia tidak tahu harus bagaimana kalau gadis ini pergi. Setelah berdiam lama, ia memutuskan untuk solat magrib. Kemudian menyuruh gadis itu untuk solat juga. Selama gadis itu solat, Fadlan menelepon keluarganya juga keluarga gadis itu dan bersepakat untuk akad nikah sekarang di rumah Papi, di Jakarta. Keputusan yang diambil secara sepihak yang tentu saja membuat kaget. Tapi keluarga Icha setuju dengan banyak pertimbangan apalagi gadis itu tinggal sendiri di sini. Keluarga Icha terpak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN