33. Mencoba Berbaikan

1762 Kata

“Langit …,” panggil Suara takut-takut pada laki-laki yang sedang fokus dengan laptopnya itu. Segelas kopi dan sepiring kue menemani laptop dan buku-bukunya yang ada di meja. Suara menggigit bibirnya jeri. Langit mendongak dan melepas kacamatanya untuk melihat wajah Suara yang pucat pasi di depannya ini. Sudah dua minggu dia mendiamkan Suara, yang dia sendiri pun tidak tahu apa sebenarnya tujuannya mendiamkan gadis itu. Namun, ada gejolak di hatinya yang memintanya untuk pergi sekarang juga, secara bersamaan ada gejolak lain yang menyuruhnya untuk memeluk Suara. Ia memilih untuk mengikuti gejolak yang pertama. Langit menutup laptopnya, sebelumnya dia menyimpan data yang tadi baru dia susun. Setelah itu, dia menenggak habis kopinya yang tinggal separuh dan mengunyah kuenya yang tinggal dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN