8. Kedai Bersejarah

1642 Kata

Siang menuju sore di Tarakan memanglah hebat, apalagi panasnya. Suara sampai berkali-kali mengelap keringatnya karena air asin itu terus-terusan saja bercucuran dari pori-porinya. Apalagi sewaktu tidur siang, kasur basah dengan keringat, pantas ibunya sering mengomel panjang kali lebar kalau Suara tidur di kasur siang-siang. Ya, terus dia harus tidur di mana? Seharusnya di lantai, supaya dingin, tapi nanti kalau dia terkena paru-paru basah bagaimana? Hari ini adalah dua hari sebelum dia terbang ke Yogyakarta. Setelah pengumuman menghebohkan seminggu lalu, yang jelas kehebohan itu datang dari otak jeniusnya Nada. Sebagai penerima beasiswa penuh dari pemerintah di program studi magister manajemen agribisnis di salah satu kampus tertua dan terbesar di Yogyakarta, maka dia harus segera terba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN