30. Malu-Malu Kucing

1541 Kata

Aanisah tidak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaan yang terpancar jelas dari wajah manisnya. Dia bangun lebih pagi dari biasanya, mandi tanpa drama kesiangan, menikmati sarapan yang disajikan Ayu tanpa protes sedikitpun.. Bahkan meski Ayu hanya menyajikan tahu dan tempe goreng sebagai menu sarapan, Aanisah bisa makan dalam damai. Penyebabnya tentu saja setelah kemarin dia mendengar sendiri bagaimana isi hati dan perasaan sebenarnya laki-laki itu padanya, tanpa malu Aanisah membalas perasaan itu. Ayu dan suaminya bergidik ngeri di dapur saat melihat kelakuan Aanisah yang lebih dari ajaib pagi ini. Aanisah yang biasanya bertingkah aneh berangsur jadi seperti manusia normal pagi ini. "Anak kita kenapa, Yah?" tanya Ayu sambil bisik-bisik karena melihat Aani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN