33. Obsesi Cinta

1279 Kata

Aanisah terjaga di pagi hari. Hangover akibat mabuk dadakan semalam mulai menderanya. Dia benci mabuk bukan hanya karena alkohol dilarang dalam agamanya, tetapi juga karena alkohol setitik rusak segalanya. Belum lagi penderitaan yang harus dia rasakan ketika tersadar seperti saat ini. Aanisah sampai menggapai benda apa pun yang bisa ia gunakan sebagai tumpuan ketika melangkah keluar kamar. "Hampir saja Ibu menyiram kamu dengan air cucian kalau nggak bangun juga sampai jam sepuluh," tukas Ayu ketika melihat Aanisah berjalan limbung menuju meja makan. Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi menjelang siang. "Siapa yang mengantar Nisa pulang, Bu?" tanya Aanisah setelah berhasil duduk di salah satu kursi makan. "Ya pacarmulah. Kalau aja bukan pacarmu yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN