Chapter 46

2163 Kata

BAB 46 KEMBALI BERSAMA Hasan melaksanakan janjinya kepada Anjar. Pagi buta, ia segera menuju kediaman keluarga Zaron. Mobil yang dikendarai Hasan berhenti tidak jauh dari rumah besar itu. Kedua tangannya mencengkeram kemudi, hingga buku-bukunya memutih. “SIAL!” Kediaman megah di depannya terjaga ketat. Ia sangat yakin tidak bisa menyusup saat ini. Sungguh riskan untuk keselamatannya menyusup saat ini. Matanya memicing tajam saat mendapati sosok pria yang sama dengan yang merebut bayi Belinda dari gendongannya. Sepeda motor dan pengendaranya itu tidak mungkin ia lupakan dengan mudah. Pria yang ia lihat, tanpa melepas helm melenggang santai memasuki gerbang rumah dan menghilang dari pandangannya. Hasan menghela napas panjang dan melirik ponselnya yang berdering nyaring. Sebuah panggilan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN