BAB 35 TIPU MUSLIHAT Waktu berlalu tak terasa sudah tak bisa lagi dihitung lamanya oleh Anjar yang terkurung di ruang bawah tanah. Pintu besi terbuka dan ia yang sedari tadi meracau mengakui semua kejahatan yang ia rencanakan bersama dengan pasangan kerjanya yang lain sudah terekam dengan baik. Yanto berjalan masuk mendahului Gio. Dengan kedua tangan terjalin di belakang tubuhnya lantas Yanto berjongkok menatap ke arah Anjar yang duduk meringkuk di sudut ruangan menghadap pada tembok. “Mereka tidak akan bisa membuatku lemah. Sayang pasti akan jemput aku, ya 'kan? Kita akan sama-sama dengan anak kita,” racau Anjar lagi. “Bukannya anakmu meninggal?” Hal ini yang sebetulnya sedari tadi masih menjadi ganjalan Yanto dan Gio yang sudah mendengarkan rekaman racauan Anjar satu Minggu belakang

