BAB39 AKHIR Ponsel Belinda berdering dan Gio langsung mengangkatnya. Edwin melakukan panggilan saat ini. “Gawat, Nek, kantor di bom orang.” “Jangan becanda kamu!” ujar Gio yang masih dalam suasana hati tidak karuan. “Suwer tekewer-kewer. Ye, nggak dengar akika takuna paniki!” sungut Edwin. “Edwin, loe laki bukan, sih? Ngomong yang jelas!” bentak Gio sengit. Terdengar suara berdeham dari seberang telepon. “Serius ini sebagian hancur lebur. Aku yang pertama kali menemukan bom itu menempel di pintu kitchen set dekat gas. Athaya sudah datang bersama dengan polisi.” “Bagus kalau begitu. Tolong urus di sana, ya. Aku tidak bisa meninggalkan rumah karena baru saja ada percobaan penculikan pada Nyra dan untung saja bisa digagalkan.” “Oh .... Astaga! My sweety hunny bunny syantik manjalitah

