Chapter 22

1355 Kata

BAB 22 RESAH “Berikan semua file dan tinggalkan laptop beserta dokumen di meja,” kata Soni kepada Tasia. Tasia menatap tajam ke arah Soni dan bangkit dari duduknya. Kesesalan dan keresahan yang sedari beberapa hari terakhir terjadi juga serta semakin memuncak karena ponsel Gio yang tidak pernah aktif begitu pula tidak ada kabar apa pun dari pria itu. Seolah ia tertelan bumi dan Tasia tidak dianggap keberadaannya. Tasia beralih menetap sengit ke arah pintu ruang Gio yang tertutup rapat. Sementara dari tempatnya berdiri saja, ia bisa tahu tidak ada satu orang pun di sana. Gio memindahkan ruang kerjanya di tempat yang lebih terbuka hanya terhalang kaca besar yang langsung dirinya bisa mengawasi para pegawai, sementara Tasia dipindahkan tepat berada di samping pintu kaca geser, tidak satu r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN