BAB 25 ANAKKU Oza menghambur memeluk wanita itu, tak peduli dengan tubuhnya yang lusuh dan kotor. “Mama ... Mama, ini Oza, Ma! Oza sudah sembuh.” Oza tak bisa lagi menahan rasa haru dan kerinduannya hingga air mata kerinduan tak terbendung lagi. Felix dan juga Wirda tak kuasa ikut menitikkan air mata. Wirda yang sedari tadi berhati-hati untuk bereaksi berlebihan, karena takut wanita yang ia yakini sebagai mamanya yang hilang itu akan panik dan kabur kini ikut berpelukan setelah melihat bagaimana Arraya Savitri membalas pelukan Oza dan mengusap kepala belakang sang mama. “Ma ... ini Ara, Ma. Peluk Ara ya Ma?” Wirda bergabung meminta dipeluk oleh sang mama yang kini telah kembali. Wirda yang sedari kecil selalu dipanggil Ara oleh Aya. Felix menangis tersedu di kursinya, geraknya yang t

