19

1324 Kata

"Eh, kalian nggak jadi ehem-ehem-nya? Kok, nggak jadi sih? Lama dong, Mami dapet cucunya?" Billy mendengus kesal mendengar penuturan maminya, sedang Adelia memilih menundukkan dirinya. Ia malu, sangat malu dengan ibu mertuanya itu. "Mami ini, ganggu mulu! Lagian Adel udah isi, kok. Mami nggak usah khawatir," kata Billy dengan nada kesalnya. "Hah, isi? Udah berapa minggu usianya? Tapi kalian nikahnya masih sebulan lebih sehari, mungkin tiga mingguan kali ya? Itupun kalian buatnya langsung malam pertama, dan langsung topcer," ucap Ruth dengan kalimat frontalnya, membuat Adeli menundukkan kepalanya semakin dalam, karena menahan malu. Billy sendiri mendelik mendengar ucapan sang mami. "Mi, kalo ngomong itu dijaga, dong! Lihat tuh, Adelia tambah malu tuh!" Sengut Billy dengan nada kesalnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN