30

1130 Kata

"Damn!" Umpatnya kasar, membuat anak laki-laki yang menabraknya itu berjingkit kaget, dan tampak ketakutan. "Maafin Kevin, Om. Kevin nggak sengaja." Billy menatap tajam anak laki-laki yang ada di depannya itu. Kevin, anak itu semakin mengkerut takut, apalagi melihat celana orang yang sudah ditabraknya itu tampak kotor, penuh dengan noda es krim yang menempel pada celana itu. Billy yang melihat anak di depannya semakin ketakutan, mulai melunturkan ekspresi marahnya. Entah mengapa, ada sesuatu yang menggelitik di hatinya, seperti--dia memiliki ikatan batin dengan anak yang ada di depannya itu. Bukan hanya itu saja, Billy tidak dapat membohongi penglihatannya jika anak yang ada di depannya itu terlihat begitu mirip dengan dirinya. Satu pemikiran melintas di otak Billy, terasa mustahil nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN