Hoeek... Adelia kembali memuntahkan isi perutnya ke wastafel. Sudah sejak tadi pagi, perutnya itu bergejolak. Billy sebagai seorang suami, sigap membantu Adelia, ia mengusap punggung Adelia dengan lembut. "Masih mual ya, sayang?" Tanya Billy lembut, ia memapah tubuh Adelia kembali ke kamar mereka. Adelia diam tak menjawab, tubuhnya terlalu lemas untuk mengeluarkan suara. Ia hanya mengangguk sebagai jawabannya atas pertanyaan Billy. "Kita ke dokter saja, ya?" Tanya Billy seraya menidurkan tubuh Adelia ke ranjang. Adelia menggeleng lemah. "Atau kakak panggilkan dokter aja? Kakak takut terjadi sesuatu sama kamu, sayang." Kata Billy seraya mengelus surai halus rambut Adelia, Adelia kembali menggeleng. "Tidak perlu, kak. Adelia baik-baik aja." Adelia berkata dengan nada lirih hampir tak t

