Bab 80: Ketakutan Mendadak

1656 Kata

Dia berkata bahwa aku cantik dan harus kuakui hal yang dia katakan itu memang benar adanya. Tapi sejak kecil hingga dewasa justru kecantikan ini yang acap kali membahayakan diriku sendiri. Karena kecantikanku pula aku mengalami banyak kenangan pahit di masa lalu. Beberapa teman laki-laki maupun perempuan yang silih berganti hadir di hidupku selalu merasa iri bahkan benci padaku karena parasku yang cantik ini. Itulah sebabnya mengapa aku tidak memiliki banyak teman. Sebenarnya, punya wajah yang cantik dan menarik tidak selalu merupakan hal yang baik. “Kamu … mau apa kamu?” Melihat jari-jarinya yang tiba-tiba meluncur di permukaan wajahku, membuat hatiku mendadak terasa sesak dan aku tidak berani bergerak. Dari jakunnya yang bergerak naik turun, aku sudah bisa merasakan naluri seorang pri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN