Selain itu, tidak ada seorang pun yang melihat kejadian semalam hingga yang barusan. Aku tidak mungkin mendatangi Zhang Jingjing tanpa menunjukkan bukti apapun dan kembali merepotkannya karena ulah orang tak dikenal yang menggangguku. Zhang Jingjing memang tidak mengatakannya, tapi dia pasti tidak akan percaya, bukan? Aku meremas erat kain satin dan sabuk hitam dengan bulatan yang ada di tanganku. Dadaku terbakar oleh rasa sakit yang begitu menyengat. Aku memikirkan kejadian yang baru saja terjadi dengan perasaan benci yang membuncah dalam hati. Orang itu sepertinya hendak melakukan tindakan balas dendam kepadaku. Jika tidak, untuk apa dia susah payah menyusup ke rumah Zhang Jingjing dan melecehkanku seperti tadi. Ini benar-benar melukai harga diriku. Sambil memaki orang misterius itu d

