“Aku hanya seorang wanita hamil. Apa kamu tidak punya rasa kemanusiaan?” tanyaku dengan nada tajam. “Justru hal itu yang membuatku tertarik. Aku sudah lama tidak bertemu wanita hamil yang menarik sepertimu. Wajahmu juga masih cantik, membuatku ingin melakukan yang tidak-tidak ketika melihatnya …” Saat berkata demikian, dia menarik daguku dengan tangannya. “Lepaskan!” aku menggeram dan mendorongnya menjauh. Namun di saat bersamaan, tangannya dengan cepat meraih leherku. Kukunya yang tajam pun menusuk kulitku dan melukainya. Ah! Dengan sekuat tenaga aku berusaha menarik tubuhku hingga akhirnya kuku yang melukai kulitku itu berhasil aku singkirkan. Namun sesaat setelahnya, dia malah merobek pakaian bagian atasku hingga memperlihatkan bra yang aku pakai. “Wah! Dadamu sungguh besar, aku ja

