Bab 137: Badai Dalam Ruangan

1651 Kata

“Kita sudah sampai, Direktur Lu.” Sang sopir menoleh ke belakang dan berkata dengan sopan. Saat ini, mobil sudah terparkir dengan rapi dan pintu masuk bandara berada tepat di seberang kami. Aku belum pernah melihat tempat parkir seperti ini sebelumnya. “Ini tempat parkir VIP,” ucap Lu Mochuan, seolah mengetahui isi pikiranku. Saat aku sedang melihat-lihat ke arah luar jendela, Lu Mochuan secara tiba-tiba melingkarkan lengannya di pinggangku, lalu perlahan tangannya mulai turun ke bawah. Sepertinya dia ingin menyentuh pantatku. Dia benar-benar berani menjamah area sensitif ini lagi. Tubuh bagian bawahku terasa berapi-api. Aku yakin tangan itu pasti telah mencapai pantatku sekarang, kalau tidak, aku tidak mungkin bereaksi seperti ini. Aku harus menghindar, maka kumundurkan tubuhku hingga m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN