Lu Mochuan kemudian berkata dengan nada lembut yang membuat hatiku tenang, “Semua akan segera selesai. Aku tahu aku bersalah karena sudah menyeretmu ke dalam masalah ini, tapi tolong bersabarlah sedikit lagi.” Setelah menyelesaikan kalimatnya, Lu Mochuan pun memelukku. Pelukan Lu Mochuan terasa begitu hangat hingga aku bahkan hampir dibuat candu olehnya. Tindakannya yang seperti ini benar-benar mampu membantuku untuk kembali tenang. “Mochuan, hari ini Maomao tidak akan pulang. Kenapa kita tidak ke rumah sakit untuk menjenguk Weiwei?” Sebuah suara tiba-tiba datang dari arah belakang. Aku tercengang saat mendapati suara itu adalah suara Tante Bo sehingga aku buru-buru melepaskan diri dari pelukan Lu Mochuan. Aku merasa malu dan langsung mundur beberapa langkah untuk menjauh. Tante Bo meli

