TA - 42

1703 Kata

Ini meresahkan, pikir Vania setengah suram. Karena kedua putra Ivan sangat lucu dan begitu periang. Terlihat mungil dalam mantel bulu tebal yang melingkupi tubuh kecil mereka. Sementara sang ibu kerepotan, keduanya menghela naik seraya berlari pergi ke teras. Menghampiri Vania yang mematung. "Hai, aku Ken dan ini kembaranku Ren." Si kembar pertama bermantel cokelat menyapa ceria. Lalu pada si kembar lain memakai mantel jingga hanya mengangguk dengan senyum yang tak kalah manis. "Kami datang untuk melihat kakek di rumah." Vania mau tak mau ikut tersenyum hangat. Tersentuh karena kepolosan serta kebaikan yang timbul dari kedua anak di depannya. "Dia di dalam. Silakan, lewat sini. Beri salam pada kakek tersayang kalian." Keduanya berhambur masuk dan si ibu yang lelah hanya menggeleng. Men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN