40. Luka yang Dalam

1004 Kata

Nathan hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat barang-barang kembali berserakan di kamar ini. Sungguh satu kamar dengan wanita jorok yang keras kepala bukan menjadi mimpinya. Diliriknya Helen yang sudah tidur ngorok, "masih sore udah molor aja," gumamnya. Terpaksa dia memunguti semua benda-benda itu dan memasukkannya ke dalam tong sampah. Ingat! Tong sampah. Di satu sisi, Nathan bisa bersikap manis. Tapi, di sisi lain, dia memang kadang terlalu kejam. Apalagi jika ada hal yang mengganggu matanya. Nathan tak peduli jika pagi-pagi bakal ada yang teriak karena merasa kehilangan sesuatu. Yang penting kini dirinya bisa tidur dengan nyaman. Pagi hari sebelum matahari terbit, seperti biasa Nathan pasti telah terbangun dari tidurnya. Meski semalaman tidurnya dia rasa kurang nyenyak.  "N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN