Seorang gadis dan seorang pria kini tengah duduk berhadapan di sebuah kamar. Tatapan mereka saling beradu dan menyiratkan permusuhan. Di hadapan mereka, ada selembar kertas yang masih kosong. Keduanya melipat tangan di depan d**a. "Kita di sini, bakalan bikin surat perjanjian." Helen memulai percakapan dengan Nathan. Nathan mengangguk mengiyakan ucapan Helen. "Gue bakalan nulis semua syarat dari gue tentang pernikahan ini," lanjut Helen. Helen mengulurkan tangannya untuk mengambil kertas itu, "Tunggu!" Nathan menahan tangan Helen. Tentu saja Helen melotot ke arah remaja itu. "Apa, sih?!" tanya Helen sebal. "Gue dulu yang nulis!" Nathan rupanya tidak mau kalah dalam hal ini. Helen semakin melotot, "Mana bisa?!" Saat Nathan lengah, Helen menarik kertas itu dan tersenyum penuh kemenang

