Helen membanting pintu saat memasuki kamar. Mungkin dia lupa jika Nathan ada di belakangnya. Nathan hampir terjengkal karena kaget. "Gila bener tenaga tante, sampai angin aja ikut mental." Nathan terus berjalan ke arah kamar. Membuka pintunya pelan agar tidak menimbulkan keributan. Dia sangat malas berurusan dengan Helen yang lagi marah-marah, karena itu benar-benar merusak mood. Nathan melihat Helen sudah berbaring di atas kasur. Dengan tas dan juga jaket yang beserakan. Melihat kekacauan ini, pemuda itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia di rumah terbiasa hidup teratur dengan didikan Maria, akan sangat gerah jika melihat semua berhamburan seperti ini. Helen baru masuk ke dalam kamar saja tempat sudah berantakan seperti ini. "Tante!" teriak Nathan. Nathan menatap tajam ke arah gadis

