Cinta .... Tak hanya melulu soal bahagia Cinta .... Selalu berjalan beriringan dengan luka *** Embun menyusul pemuda itu dan berusaha mengimbangi langkahnya. “Bukan gitu, Al.” Gadis itu berusaha meredakan amarah Al. Namun, yang diajak bicara seolah tak mendengar apa-apa. Dia masih terus berjalan menuju ruang loker karyawan dari tempat parkir motor. “Al, jangan marah,” ucap Embun di samping Al yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam lokernya. “Gini aja, deh, Mbun. Jawab gue, lo masih mau lanjut jadi pacar gue atau kita udahan?” Al membanting pintu loker. Embun terdiam. Kalau boleh jujur, dia ingin mengakhiri status pacar dengan Al, tetapi dia juga tidak mau kehilangan sahabat satu-satunya. Dia tidak yakin lagi sekarang dengan kesepakatan yang sudah mereka buat. Dia tidak lagi

