Sering kali kita terlupa Mencintai yang bukan milik kita Membenci yang sudah ditakdirkan bersama ***** Pandu sekilas memandang ke arah Embun, karena ia sedang berkonsentrasi pada jalanan di hadapannya. “Apa? Kalau boleh tahu.” “Dia menerimaku apa adanya. Dia nggak pernah bertanya macam-macamke aku, baik itu masa lalu ataupun sekarang. Sikapnya juga sangat lembut. Bahkan, semakin hari dia semakin lembut. Dia memperlakukan aku dengan sangat berbeda dibandingkan perlakuan dia pada wanita lain sebelumnya.” “Apa adanya? Dia sudah tahu semua hal tentang kamu?” Pandu berkata sinis. Embun tertegun mendengar ucapan Pandu. Tidak. Al memang belum tahu sepenuhnya tentang diriku, batin dia. “Dan itu membuat kamu bangga? Kamu merasa tersentuh karena diperlakukan berbeda oleh dia? Kamu butuh le

