Persaingan Dimulai

1860 Kata

Senja, hujan, dan sebuah dekapan Kusisipkan harap dalam pelukan Kuselipkan angan dalam kerinduan Padamu yang selalu kudoakan *** “Saya belum berani untuk menjanjikan apa-apa. Ada lagi yang Mbak Embun mau tanyakan?” tanya Broto sekali lagi sebelum mengakhiri sesi konsultasi mereka. “Sepertinya tidak ada, Dok. Saya rasa sudah cukup. Saya tinggal menunggu kabar baik dari Dokter saja. Kalau begitu, saya permisi dulu, ya, Dok. Selamat siang.” Embun berpamitan pada Broto sembari mengulurkan tangan. Broto membalas sekilas uluran tangan gadis itu. Embun pun segera keluar dari ruangan dan menyusul Pandu di ruang tunggu. “Udah?” Pandu segera berdiri begitu melihat Embun berjalan mendekat ke arahnya. “Sudah, Mas. Yuk, kita pulang. Hasil tesnya masih tunggu beberapa hari. Nanti Dokter Broto

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN