Rumy mengusap muka frustrasi. Tidak tahu lagi ia harus melakukan apa demi bisa membujuk istrinya yang saat ini sedang mengunci diri di kamar. Ya, sudah tiga jam lamanya Zevana mengurung diri di sana. Membuat Rumy teramat khawatir, karena selama tiga jam itu di dalam kamar tidak menimbulkan suara apapun. "Sayang, buka pintunya! Setidaknya, kita harus bicara ... aku mau kamu dengarkan dulu penjelasanku, Ze. Kumohon...." bujuk Rumy lagi penuh harap. Guratan lelah sudah tampak kentara di wajah tampannya. Nihil, tidak ada sahutan dari dalam. Entah apa yang sedang Zevana lakukan sejauh ini. Jika wanita lain akan memecahkan seluruh barang yang ada saat amarah melanda, justru Zevana seakan tidak berbuat apapun selain duduk diam tak bersuara. Bahkan sepertinya, menangis saja tidak ia lakukan.

