Chapter 29

1581 Kata

      Hinano membawa masuk kopi yang masih mengepul, ke dalam sebuah ruangan yang remang-remang. Hanya suara desingan mesin dan suara ketikan keyboard.     “Sudah malam, Shin. Kau tidak tidur?”     “Kau sedang menggodaku?” Shin menerima kopi itu dari tangan Hinano, dan melepas kacamatanya. “Pekerjaan Stoner sangat banyak dan ini sangat merepotkan, karena Zac juga menjadi semakin pemalas setelah berpacaran dengan gadis gemuk itu.”     “Menurutku dia seksi, bukan gemuk. Kau selalu berkata buruk tentang semua orang.”     Shin memeluk pinggang Hinano dan mendekatkan perut wanita itu ke telinganya, “Jangan dengarkan ibumu, Sobat. ayahmu ini tidak sesarkastik itu,” ucap Shin sambil mencium perut Hinano dengan sayang.     “Shin, usianya masih dua bulan. Dia belum bisa mendengarmu.” Hinano t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN