Kehangatan Keluarga Nia

1072 Kata
Sesampainya dirumah Nia , Mia akhirnya berpamitan dengan ibunya Nia untuk izin pulang karena hari sudah semakin sore . " ibu , Mia pamit pulang ya udah sore enggak enak juga kalo main kelamaan dirumah orang " ucap Mia sambil berpamitan kepada ibunya Nia . " oh iya Mia gapapa kok ibu malah seneng Nia cepet dapet temen baru di sekolah nya " jawabnya ibu Nia. " yaudah kalo gitu aku pulang dulu ya bu , assalamualaikum " ucap Mia sambil mengucap salam. " iyaa hati hati dijalan kamu Mia pelan pelan bawa motornya " ucap ibu sambil memperingati Mia . " Ni aku pulang ya besok kita main lagi " ucap Mia kepada Nia menjanjikan besok akan bertemu lagi . " iya Mia gampang itu kok " jawab Nia dengan senyum . setelah berpamitan kepada ibu nya Nia dan Nia , Mia akhirnya menunggangi kuda besi yang dia miliki untuk pergi kembali kerumahnya . " Coba aja orangtua gua kaya orang tua Nia pasti gua gak akan kayak begini sekarang " ucapnya Mia dalam hati di perjalanan menuju rumahnya . .... dan setelah setelah Mia pulang Ibu bertanya kepada Nia , " itu Mia gimana sih neng anaknya ? " tanya ibu . " maksudnya bu ? " ucap Nia dengan kebingungan . " ya maksud ibu itu Mia orangnya gimana apakah orang baik atau orang enggak bener gitu maksud ibu tuh " ucap ibu . " hush ibu ini jangan berpikiran jelek aja sama orang , Mia itu baik kok bu " ucap Nia meyakinkan ibu dengan apa yang di ucap nya padahal faktanya berbeda terbalik . " ya perasaan ibu sih dia itu orangnya agak Nakal " ucap ibu sambil menerka nerka sesuatu yang belum terbukti . " jangan pake perasaan lah bu kan ibu juga baru kenal hari ini udah nilai orang gabaik aja , enggak boleh begitu bu " ucap Nia sambil menasihati ibunya sendiri . " iya sih cuma kan ibu takut aja kalo Mia itu ternyata anak yang nakal nanti kamu kebawa sama pergaulan dia yang gabaik nanti kamu juga bakal ikut ikutan pergaulan dia kalo misalnya dia anak enggak baik " ucap ibu dengan rasa khawatir. " ya enggak lah bu Nia bisa jaga diri kok tenang aja " ucap Nia sambil menenangkan ibunya yang khawatir dan berprasangka buruk kepada teman baru nya Nia. " yaudah kamu harus jaga diri neng dunia SMA itu lebih bahaya apalagi kalo udah kenal cowok " ucap ibu . " ya aku kenal cowok pasti bu cuma kan bakal aku pilih dan aku saring pastinya " ucap Nia. " disaring dah , udah kayak minyak ya itu cowok hehehe " ucap ibu dengan sedikit bercanda . " cowok itu bukan minyak bu  tapi buaya " ucap Nia dengan tegas lalu masuk meninggalkan ibunya yang sedang di halaman depan rumahnya . " lah itu dia tau tauan buaya darat anak ibu " ucap ibu sendirian dengan keheranan lalu tertawa . malam harinya jam 19.00 WIB ayah Nia baru pulang kerja terdengar suara motor terdengar sampai ke belakang bagian dapur saat ibu sedang di dapur. " assalamualaikum " ucap ayah Nia dengan kencang sambil mengetok pintu lalu membuka sepatu didepan pintu rumah . " waalaikumsalam " ucap ibu dan Nia yang sedang menyajikan makanan di meja makan untuk jam makan malam . " waduh udah kecium aja ini dari luar makanannya " ucap ayah. " iya dong kan makannya dikasih parfum biar kecium sampe jauh yah " ucap ibu . " ngaco kamu bu yang ada bukannya abis makan langsung kenyang malah yang ada abis makan langsung lewat " ucap ayah . " hus ayah ngomongnya " ucap Nia . " langsung lewat kamar kamu terus ke kamar mandi maksud ayah buat buang air " ucap ayah sambil meledek ke Nia. " jorok ih udah ngeles terus ngomong buang air lagi kan ayah ngomong begitu lagi didepan makanan " ucap Nia . " uduh uduh maafin ayah ya sayangku " ucap ayah sambil memeluk nia . " ih ayah bau asem kan , mandi dulu kek gitu jangan langsung meluk anaknya , kan bau nya enggak ilang ilang ini sampe seminggu kalo kena keringet ayah " ucap Nia sambil ngeledek balik . " gapapa bau ketek yang penting ganteng kan " ucap ayah dengan percaya dirinya . " idih " ucap ibu sambil merasa jijik akan ucapan yang dilontarkan kepada ayah . " emang bener kan begitu buktinya dulu kamu mau kan sama ayah " ucap ayah . " dulu ibu mah lagi enggak pake kacamata jadi enggak tau kalo ayah tuh sebenernya jelek " ucap ibu dengan sedikit jengkel . " eleh eleh bisa aja ngelesnya kayak bajaj aja " ucap ayah sambil menyolek dagu ibu . " terbalik yah harusnya gapapa jelek yang penting wangi dan rapi , gitu harusnya bukan gapapa bau ketek yang penting ganteng , kata kata darimana itu di google juga enggak bakal ada kayaknya kalo begitu kata katanya " ledek nya Nia kepada sang ayah . " ada lah ini ayah buktinya " ucap ayah dengan begitu percaya dirinya lagi. " haduh yaudah buruan mandi dulu yah aku tungguin makan malem ni sama ibu kalo enggak mau nungguin ayah kebagian duri sama kepala ikannya doang deh " ucap Nia . " oke siap Niaku anakku cintaku sayangku negriku tanahairku pancasilaku indonesiaku " ucap ayah sambil mencium pipi Nia. " ih ngeselin kan bau juga " ucap Nia dengan kesal . " udah buruan kenapa sih yah mandi sana " sambung ibu menyuruh ayah dengan cepat agar segera mandi. " bawel dah kalo mau bantuin bukain sih gamasalah ini engga mau bukain bawel pula " ucap ayah sambil kembali meledeki ibu . " stop yah aku kan masih dibawah 18 tahun " ucap Nia.  " ih emang bukain apaan si nak orang bukain ini kaos kaki " ucap ayah . " buka sendiri yah gausah manja ayah udah bangkotan "  ucap Nia . " kamu lagi ni sama aja kayak ibu wooo " ucap ayah yang sembari menuju kamar mandi untuk menyegerakan bersih bersih badan dari kotoran dan debu jalanan yang seharian menemani selama perjalanan berngkat dan pulan kerja . 15 menit berlalu , ayah sudah selesai mandi dan sudah berganti pakaian.mereka bertiga akhirnyapun makan malam bersama meskipun kurang 1 dari anggota keluarga mereka karena sedang menjalani perkuliahan diluar kota namun malam itu terasa sangat hangat karena kedekatan keluarga antara anak dan orang tua.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN