Seorang pria terganggu dengan gerakan kepala seorang gadis yang tidur di pangkuannya. "Jes diem, dong. Dari tadi gak bisa diem biarpun di kasih handphone," Biyan kembali protes. Bisa-bisa sesuatu yang lemas di bawah sana seketika menjadi mengeras. "Kenapa, Bang?" tanya Jesica polos sambil melirik ke atas, tepat ke mata Biyan. "Bahaya. Nanti kamu bangunin burung yang lagi tidur, Jes." Biyan melirik Jesica. Pernyataannya ini mungkin tidak akan di mengerti oleh gadis polos ini. "Burung tidur? Mana? Emang Abang punya burung di sini? Jesica gak lihat." Jesica mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti burung apa yang Biyan maksud. Jika melihat seluruh isi apartemen, tidak ada burung disini. "Bukan burung yang itu." Biyan menggelengkan kepalanya. Masa iya dia harus bilang dengan jelas burung y

