69. Belum Terlambat

1112 Kata

Joko berangkat ke kota bersama Biyan hari ini, jadi Jesica hanya sendirian di rumah. Setelah melewati jalanan terjal, bukit dan perkebunan, sekarang mereka sampai di persimpangan jalan ke kota, anehnya Ayah Jesica malah ingin turun dari mobil Biyan. Joko beralasan ada urusan terlebih dahulu yang harus diselesaikan dan berbeda arah jalan. Biyan akhirnya melanjutkan perjalanan sambil terus saja melirik ke arah kaca spion, dia melihat ayah Jesica tengah berbicara dengan seorang pria asing, terlihat mencurigakan dan orang yang Joko temui berbadan besar berpenampilan seram. Dia merasa khawatir akan ada sesuatu yang terjadi pada Jesica, jika dia kembali ke rumah dia, butuh waktu yang cukup lama. Jika dia melanjutkan perjalanan tentu perasaannya tidak akan tenang karena curiga dengan gerak-gerik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN