"Abang …." teriak Jesica dibalik guling yang menutup wajahnya. Ternyata Biyan bisa di ajak bercanda juga. Pria garing seperti kanebo kering dan dingin bagaikan es ini, senyumannya manis sekali. Marahnya juga terlihat gemas. "Jesica ngatain abang bawel tadi, hey!" Biyan akhirnya bisa berekspresi lepas bersama gadis manis ini. Dia bahkan banyak berbicara dengan Jesica. Tangan Biyan menggelitik pinggang Jesica hingga gadis ini kegelian. Sampai-sampai Jesica bergeser hingga ke samping kasur. "Abang stop. Geli!" Jesica beberapa kali berusaha menyingkirkan tangan Biyan yang terus saja menggelitik pinggangnya. Jesica tetap memeluk guling dan enggan menghadap Biyan. "Gak mau. Tadi sampe menjulurkan lidah sama masang mata juling gitu ke abang, maksudnya apa coba?" Biyan duduk sambil berusaha mem

