Alex yang sudah menyimpan makanan serta minuman di atas meja, mempersilahkan Biyan dan Dian untuk mencicipi semua makanan ini. Dia segera mendekat ke jendela lalu membuka tirai untuk memastikan apakah gadis yang yang duduk sendirian itu masih berada di tempatnya atau tidak. Perlahan tangan Alex membuka tirai berwarna hitam itu sedikit agar dia bisa mengintip. Kepalanya ia dongkakkan sedikit dan matanya bergerak mencari keberadaan Jesica. Jesica yang bergerak cepat membuka baju atas seragam pelayan cafe ini ini dan duduk kembali di bangkunya. Beruntung dia tepat waktu, saat Alex mengintip Jesica sudah duduk manis. Gadis ini melirik kearah Alex yang tengah mengintip dirinya. "Untung gerak cepet, kalau enggak bisa ketahuan." Jesica mengatur napasnya agar lebih tenang. "Tuh kan sampai di

