Seorang gadis mengucek matanya dan melirik ke arah samping. Pria yang tidur semalam bersamanya kini sudah tidak ada. Kasur yang ia tiduri membuat dia tidak bisa move on dan ingin tetap berada disini sepanjang hari. Berbeda dengan kasur kamar kosan yang ia tempati dahulu. Bukannya membuat tubuh dia semakin nyaman. Malah membuat semua tulang-tulangnya remuk. Begitu keras dan kecil, sulit untuk berguling-guling dan tidak menghilangkan rasa lelahnya sama sekali. Dia melirik jam yang ada di dinding. Alangkah kagetnya saat dia menyadari bahwa tidurnya terlalu lelap hingga dia banun pun kesiangan. Embusan angin AC mengantarkan aroma masakan dari dapur ke dalam kamar. Suara dari piring dan alat makan terdengar di indra pendengarannya dan membuat dia ingin segera bangkit. Jesica melihat Biyan y

