16. Bersama

1429 Kata

Ruang tunggu kantor kepolisian Jakarta pusat terasa begitu mencekam bagaikan neraka. Jesica terus saja mengirimkan pesan pada seorang pria yang sedang ia tunggu. Hatinya saat ini tidak tenang, terlebih lagi ayahnya sedang dalam perjalanan kesini. “Bodohnya aku, dulu tidak menyimpan bukti apapun. Coba jika ada satu saja bukti bahwa pria jahat itu akan menikahkanku paksa pada juragan andong. Mungkin disini aku akan melaporkannya pada komnas perlindungan anak. Atau mungkin bisa aku laporkan ke polisi agar dia di penjara.” gumam Jesica sambil mengepalkan tangannya yang sedari tadi terus saja bergetar. Kenapa Jakarta yang panas sungguh terasa dingin seperti ini. Jesica bisa-bisa pingsan. Perutnya juga sama sekali belum di isi. Ini adalah akhir bulan. Dia belum gajihan dari hasil mengajar les

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN