Seorang gadis yang sudah selesai melepaskan hasrat ingin buang air kencingnya kini duduk merenung. Bisa-bisanya dia memimpikan sesuatu yang berbau-bau dua puluh satu plus. Entah saat tidur tadi mungkin dia berpikiran kotor terlebih dahulu, atau karena memikirkan seseorang begitu dalam hingga ke dasar, dasar apaan yak? bhahaha. Jesica Diatna kini menjalani hidupnya sebagai sugar baby. Entah takdir apa yang akan membawanya nanti, yang jelas, dia juga ingin bahagia. Jesica kembali melihat ponselnya. Jam sudah menunjukan pukul dua belas malam. Tidak ada satupun pesan masuk dan panggilan yang datang ke ponsel barunya dari Biyan. Hanya ada pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal. Jesica segera memeriksa pesan tersebut. “Jesica. Kaki lo udah di obatin belum?” Jesica berpikir sejenak, yang m

