42. Calon istri?

1508 Kata

Adam membuka pintu samping mobil di mana Tila berada. Pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Tila dan menariknya pelan untuk keluar dari mobil. Setelah kedua kaki Tila menapak di tanah, Adam segera menutup pintu dan menggenggam telapak kanan istrinya. "Pantai?" Tila menatap sekeliling kemudian beralih menatap Adam yang berdiri menjulang tinggi di sampingnya. Baru ini Tila sadari, jika tubuhnya hanya sebatas dagu Adam. Betapa tinggi ukuran tubuh pria itu, pikir Tila. "Iya." Adam menganggukkan kepalanya. "Sengaja, aku ajak kamu ke pantai. Kita belum pernah menikmati angin sore di pantai, berdua." Selama pernikahan mereka jarak kepergian hanya dari kantor, rumah Dokter Tirta, rumah orang tua Tila, dan restoran. Mereka belum pernah menghabiskan waktu untuk jalan-jalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN