Setelah selesai makan, Jemima kembali ke ruangannya. Dia menyimpan beberapa dokumen dan berjalan ke arah jendela. Membayangkan seandainya anaknya sudah sampai dalam pelukannya. Apa yang akan dikatakan oleh Ibu dan Ayahnya. Sungguh, sulit untuk dipikirkan dan terlalu sakit jika harus mengingat anaknya sudah tidak ada di dunia. Jemima sudah menyelesaikan semua tugasnya. Jam sudah menunjukkan jam 2 siang. Jemima membuka handphonenya dan menelfon Adrew untuk bertemu sekarang di kafe kesukaan mereka. Setelah selesai Jemima mengambil tasnya dan keluar dari perusahaan milik Jovic. Jemima memesan taksi dan berangkat menuju kafe. Jemima hanya terdiam di sepanjang jalannya. Sedangkan Adrew sudah sampai di tempat yang diminta Jemima, jarak antara kantor Adrew dan kafe kesukaan mereka berdua sangat

